PIXETHIC

Masukan dari Januari 2008

Milad TDA-2 …… FUNtastic ……

30 Januari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kategori: TDA

Milad TDA-2 …… FUNtastic ……

30 Januari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, 27 Januari 2008. Milad TDA 2 ……. Funtastic…….

Dipandu oleh Pak Iim, Pak Agus Ali, Bu Nadia dan Bu Febby, acara Milad TDA kedua berlangsung Funtastic. Saya jadi teringat pada acara yang pernah saya ikuti yang biasa diselenggarakan oleh sebuah MLM “NT” empat tahun yang lalu.

Sharing, Motivating, Inspiring, Chalenging, Celebrating, Awarding ……. itulah isi acaranya……. Two tumb up….. buat Panitia Milad TDA-2.

Saya baru kali ini bertemu dengan Pak Roni ……. sayangnya saya malah sibuk motret sana motret sini ….. nggak sempat ngobrol, saya cuma sempat ngobrol sama Pak Sam yang juga motret ……. mudah-mudahan hasilnya bermanfaat buat kawan-kawan TDA yang tidak sempat hadir ….. bisa dilihat slide shownya di atas….. dan dilain waktu mudah-mudahan bisa ngobrol langsung sama Pak Roni sang founder TDA, Pak Iim yang ganteng, Pak Agus Ali yang necis, Pak Wuryanano yang gagah, Pak Faif yang luar biasa, Bu Aning yang energik dan kawan-kawan TDA yang lain… (banyak sekali…).

Setelah kilas balik TDA oleh Pak Roni, Acara diawali tiup lilin kue ulang tahun TDA dan dilanjutkan dengan parodi yang dilakonkan Ibu Yulia, Pak Agus Ali, Pak Faif dan Ibu Ines dengan narrator Ibu Aning, membuat suasana menjadi meriah, kita tertawa terbahak-bahak dibuatnya.

Acara selanjutnya Pak Wuryanano….. yang memberikan motivating…. Sinergi Cinta Membangun Usaha ….. bagaimana cinta suami isteri yang bisa membangkitkan kembali daya juang ketika Badai Krismon menghancurkan usahanya….. luar biasa.

Acara Talkshow pertama yakni “Membangun Bisnis” dengan moderator Pak Masbukhin yang mewawancarai Pak Philips, Pak Adzan, Pak Teguh dan Ibu Doris …… memberi pelajaran berharga ……. sharing yang bermanfaat sekali bagi kami, memberikan gambaran bagaimana perjuangan membangun bisnis, memang tidak mudah tetapi bisa dilakukan siapapun…..

Di acara pemberian anugrah kami bisa melihat wajah-wajah kawan TDA dibalik tulisan-tulisan blog yang inspiratif. Ada Pak Faif Yusuf, Pak Rosihan dan Bu Ines, Pak Bambang Triwoko, Ibu Aning Harmanto, Pak Isdiyanto, Pak Agus Ali, Pak Hasan Basri dan Pak Adib Munajib.

Talkshow yang kedua “Mengembangkan Bisnis” dengan moderator Bu Aning yang mewawancara Cak Eko, Pak Hendi Babarafi, Pak Try Atmojo, Pak Bambang
Triwoko dan Pak Fauzi Rachmanto. Lagi-lagi memberikan pelajaran yang sangat bermanfaat …… bagaimana membuat bisnis berjalan, tanpa kehadiran kita ….. tidak lain adalah franchising.

Business Coach yang dibawakan oleh Pak Prijono Nugroho ….. menjelaskan bagaimana berharganya waktu, bagaimana si “stupid me” selalu berbisik, menggoda, mengalihkan perhatian atau tindakan dari tujuan (goal) yang sedang diperjuangkan. Oleh karena itu penting untuk membuat priorotas dalam pekerjaan :

1. Buat default daily, berupa schedule tugas rutin misalnya perjam

2. Isi sisa-sisa waktu di atas dengan pekerjaan yang menyangkut business plan

3. Jika masih juga punya waktu kosong, isi dengan belajar.

Disinggung pula bahwa jika kita akan berlayar, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengangkat jangkar, sebagai ibarat dari memulai bisnis….. “believe” yang harus diangkat. Selanjutnya lakukan Work Smart, diantaranya yakni menggunakan Leverage dan System. Yang terpenting adalah : Bukan seberapa banyak ilmu yang telah dipelajari, melainkan adalah seberapa banyak ilmu yang telah dipraktekan.

Nah…. Sewaktu Pak Perry Tristianto sebagai Tamu Istimewa …. Raja Factory Outlet sharing mengenai bisnisnya, kebanyakan hal-hal yang diutarakan adalah hal yang diluar jalan pikiran antara lain :

· Jangan mencari pasar, tetapi buatlah pasar.

· Bagaimana pentingnya komunikasi dengan partner/supplier dll.

· Bagaimana pentingnya menempatkan karyawan sesuai dengan kesenangannya

· Pentingnya mengukur kerugian sebelum mempertahankan/meneruskan usaha

· Dan ….. Job is Joy…… itulah seharusnya bagaimana kita bekerja

Pada acara wisuda TDA, yang selalu terngiang adalah …… saat ini Anda adalah orang yang merdeka, begitu kata Pak Haji Alay, mewisuda 20 kawan-kawan TDA, sudah 100% TDA.

Tak kalah serunya, saat chalenging kawan-kawan TDA yang diminta naik panggung bagi yang akan memulai usahanya di tahun 2008 dan meningkatkan profit 50% di tahun 2008 bagi yang sudah mulai …… hampir semuanya naik ke panggung ….. kecuali photographer tentunya …..

Terakhir Pak Jusef ….. berhasil memperjelas dreams… tidak sedikit yang menitikkan air mata. Beliau menyadarkan betapa teledornya…. modal terbesar yang dianugrahkan Allah SWT yaitu tubuh, panca indra, akal – pikiran yang sehat seringkali dilupakan…… astaghfirullah …… semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk berhasil …..

Terima kasih Panitia Milad TDA-2 yang telah mengorbankan waktunya dan tenaganya untuk kesuksesan acara Milad TDA-2. Two Tumb Up …..

Semoga acara-acara TDA selanjutnya bisa sukses ………

Salam Funtastic

Tjarli Suhendra

tjarli_suhendra@yahoo.com

Kategori: TDA

Retire Permanen & Retire Temporer (2)

3 Januari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Semuanya pasti akan berakhir, sebaik-baik akhir adalah meninggalkan amal kebaikan….

Kira-kira begitu kesan yang saya dapatkan dari kawan saya yang mengundurkan diri. Ia menulis saya surat seperti ini :

———————————————————————-

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum Wr Wb

Segala Puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi, Yang berkuasa atas HambaNya, Yang berhak dalam Sesembahan, Yang Zatnya Maha Suci dan HikmahNya Maha Tinggi, Tuhan yang hanya kepadaNyalah kita memohon pertolongan dan memohon perlindungan serta memohon ampun atas dosa-dosa kita, Tiada kesesatan bagi orang yang telah diberiNya petunjuk dan tidak ada petunjuk bagi orang yang telah Dia sesatkan, sesungguhnya sebaik-baiknya hujjah (pegangan) adalah Alqur’an dan sebaik-baiknya perkataan adalah perkataan Rasulullah S.A.W. dan sesuatu yang paling mahal di dunia adalah hidayah, dan sesuatu yang harus dijaga adalah IMAN, dan sesuatu yang indah adalah UKHUWAH ISLAMIYAH.

Kang Tjarli yang baik, semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat dan kasihnya serta perlindungan kepada Kang Tjarli, Amin.

Sehubungan atas berakhirnya masa kerja saya di BNI 46. perkenankan permohonan maaf saya atas segala hal yang dapat melukai hati Kang Tjarli, atas segala perkataan yang menyakitkan, atas canda yang tidak meng-enakkan, janji yang terlalaikan, saya memohon keikhlasan dan keridhoannya untuk dapat memaafkan saya. Begitu juga kalau saya punya utang, he he he, dan juga beribu ucapan terima kasih atas kebaikan dan bimbingan Kang Tjarli selama kita bekerja sama.

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS Ali Imran 134)

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhkan orang mengerjakan yang ma’ruf (baik) serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS Al’Araf 199)

“Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” (QS Asy Syura 43)

Dalam suatu hadits :

“Ibnu Abbas r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Asyaj Abdul Qais: Sesungguhnya ada dua hal pada dirimu yang dicintai oleh Allah, yaitu Lemah Lembut dan Tidak Marah” (HR Muslim)

“Ibnu Mas’ud r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Maukah aku kabarkan kepadamu tentang orang yang diharamkan masuk neraka? Neraka diharamkan kepada orang yang dicintai orang lain karena kebaikannya, merendahkan hatinya, lemah lembut, dan senang membantu orang lain” (HR Tirmidzi).

Saya berharap berakhirnya masa kerja saya bukan berarti berakhir juga pertemanan/ persahabatan/ persaudaraan kita.

“… dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS An Nisaa 1)

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS Al Hujurat 10)

Kang Tjarli yang baik, sebuah buku kecil yang saya berikan adalah sebagai tanda persaudaraan di antara kita semoga Allah SWT menguatkan ikatannya.

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia maka Allah akan melepaskan kesulitan pada hari kiamat, Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat, barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya… “ (HR Muslim)

Semoga Allah memudahkan semua urusan Kang Tjarli juga termasuk melancarkan persiapan studio photo, kumaha lancar? (kali-kali aja nanti saya dapat diskon he he he) sukses selalu.

Selanjutnya untuk dapat selalu berkomunikasi bisa melalui email. Semoga Allah SWT selalu mencurahkan RahmatNya kepada kita semua, Syukron Jazakullah khoir.

I.A.R.

———————————————————————-

Begitulah surat kawan saya yang mengundurkan diri karena habis masa kerjanya. Indah bukan Ukhuwah itu? Saya pikir, teman seperti inilah yang memang harus dijadikan teman selamanya. Ia senantiasa mengingatkan, dan sebaik-baik teman adalah yang senantiasa mengingatkan….. bersyukurlah saya memiliki teman seperti beliau….. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan kepadanya, dimanapun ia bekerja.

Amin….

Kategori: TDA

Retire Permanen & Retire Temporer (1)

3 Januari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Akhir tahun 2007 ini setidaknya ada dua peristiwa yang membuat kesan mendalam dan membuat saya merenung. Tepatnya tanggal 30 Desember, saya terkejut dengan SMS berisi kabar meninggalnya kawan seangkatan di bank tempat saya bekerja. Usianya 38 tahun, tidak ada tanda-tandanya ia akan meninggal dini hari. Sebelumnya ia sempat bekerja lembur di kantor hingga malam. Ia disemayamkan di perumahan bukit modern, bersebelahan dengan perumahan tempat saya tinggal.

Peristiwa kedua, tepatnya tanggal 31 Desember saat saya bekerja lembur di kantor, kawan saya satu unit, mengundurkan diri karena masa kerjanya berakhir. Kami kawan-kawan satu unit, kaget karena tidak menyangka bahwa ia berakhir masa kerjanya. Ia menyalami kami satu persatu, meminta maaf dan kemudian ia memberi kenang-kenangan buku, masing-masing 1 buku dengan tema/ judul yang sesuai dengan karakter, minat atau kondisi masing-masing. Saya mendapat buku “Kunci sukses” karangan Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni, karena ia tahu bahwa saya berkeinginan untuk menjadi entrepreneur.

Hal yang paling berkesan adalah ia memberi kami “surat pengantar” untuk buku yang kami terima berisi nasihat kebaikan. Selama ini, tidak pernah ada kawan di kantor yang mengundurkan diri dengan “cara” yang berkesan seperti ini. Saya merasa terharu dan merasa kehilangan, saat shalat zhuhur dan ashar ia seringkali mengingatkan dan mengajak kami untuk shalat berjamaah di musholla basement. Ia dikenal pecinta damai, tidak suka berseteru, dan sering mengirim email berisi nasihat-nasihat yang berkesan dalam.

 

Kedua kawan saya itu sama-sama mengundurkan diri, tetapi yang satu mengundurkan diri secara permanent tanpa sempat berpamitan sedangkan yang satunya lagi mengundurkan diri secara temporer, ia sempat berpamitan dan hanya berpindah kerja di tempat lain.

Anehnya, saya sempat berempati beberapa saat, membayangkan bagaimana diri saya saat saya mengundurkan diri dari kantor dan menjadi “Tangan Di Atas”. Ada perasaan kehilangan mendalam, ada perasaan lega dan ada sedikit ketakutan. Dan saya juga membayangkan bagaimana jika saya mengundurkan diri secara permanent, tanpa sempat menjadi “Tangan Di Atas”, ngeri membayangkannya.

Barulah saya sadar, menjadi “Tangan Di Atas” itu bukan sekedar makna duniawi, tetapi juga makna ukhrowi. Selain bisa “memberi” nafkah para pegawai, juga memberi nafkah keluarga dari hasil usaha sendiri. Seberapa banyak yang kita beri, itulah tabungan kita untuk di akhirat, apalagi kalau yang kita beri itu bukan gaji, melainkan sedekah….. Seberapa banyak-kah harta yang sudah saya sedekahkan? ….. Rasanya malu jika dibayangkan dengan begitu banyaknya kenikmatan yang sudah diberikan Allah. Tidak sebanding….

Akhir tahun ini, 2007, mengingatkan saya untuk “ingat” bahwa hidup itu pasti ada akhirnya dan harus dipersiapkan dengan bekal yang sebaik-baiknya.

Saya kutip satu kalimat dari buku yang saya terima itu :

“Dunia adalah arena pertarungan dan hidup adalah pertaruhan. Derajat kemuliaan akan dicapai melalui usaha yang keras. Dan kesuksesan dapat diraih dengan tekad yang kuat.”

Penasaran dengan surat dari kawan saya itu, silahkan simak di tulisan bagian kedua.

Kategori: TDA