PIXETHIC

Masukan dari Februari 2008

KAYA – MISKIN – BAIK – JAHAT

28 Februari 2008 · 1 Komentar

Empat kata, kaya, miskin, baik dan jahat, seringkali oleh banyak orang diasosiasikan menjadi paduan kata yang keliru, tergantung paradigma dan kondisi seseorang. Orang yang kaya bisa jadi menganggap orang kaya itu baik dan orang miskin itu jahat. Sebaliknya orang yang miskin menganggap orang miskin itu baik dan orang kaya itu jahat. Masing-masing pihak memiliki paradigma demikian tidak lepas dari pengalaman pahit yang dialaminya.  Si kaya pernah mengalami kejadian pahit, entah itu dicopet, ditodong, dirampok atau ditipu yang kebetulan pelaku kejahatan itu adalah orang miskin. Demikian juga si miskin, pernah mengalami kejadian pahit, entah itu rumah yang kena gusur gara-gara akan dibangun mall atau ”dinomor-duakan” dalam pelayanan umum seperti layanan rumah sakit atau layanan pendidikan/sekolah dan ia tahu nomor satunya adalah orang kaya. Masing-masing ”men-generalisir” kejadian pahitnya itu berlaku untuk hampir semua kejadian. Jadilah pikirannya beranggapan keliru.

Kalau kita renungkan, kaya-miskin dan baik-jahat itu sebenarnya tidak bisa disamakan kedudukannya alias dua hal yang berbeda yang satu kondisi bersifat materi dan yang satunya bersifat immateri. Orang kaya bisa jadi jahat, bisa jadi juga baik. Begitu juga orang miskin, bisa jadi jahat, bisa jadi juga baik. Jadi ada orang kaya jahat, ada orang kaya baik, ada orang miskin jahat dan ada orang miskin baik. Itu tergantung pribadi masing-masing.

Celakanya, anggapan keliru itu diwariskan kepada anak bahkan cucunya dengan menceritakan pengalamannya yang sebenarnya belum tentu dialami oleh anak atau cucunya. Akibatnya anak cucunya secara tidak sadar menyimpan ”virus” berupa anggapan yang keliru dalam alam bawah sadarnya.

T. Harv Eker dalam bukunya ”Secret of Millionaire Mind” mengungkapkan mengapa banyak orang yang berusaha untuk kaya, tetapi tidak pernah kaya. Hal itu disebabkan pikiran bawah sadarnya yang terkena virus warisan  ”melawan” keinginan dan usahanya. Pikiran bawah sadarnya masih menyimpan anggapan bahwa orang kaya itu jahat tetapi dalam alam sadarnya ia berkeinginan untuk menjadi orang kaya dan bekerja keras untuk bisa menjadi kaya. Apa urgensinya pikiran bawah sadar digambarkannya dalam skema seperti berikut :

P > T > F > A = R

(P=programming, T=thoughs, F=feelings, A=action, R=result)

 

“Program” bawah sadar Anda mempengaruhi pikiran Anda, pikiran Anda mempengaruhi perasaan Anda, perasaan Anda mempengaruhi tindakan Anda dan tindakan Anda mempengaruhi hasil yang Anda dapatkan

T. Harv Eker memberi perumpamaan pikiran bawah sadar itu seperti akar pohon. Kita mengetahui bahwa buah yang manis dan besar, itu dihasilkan oleh akar pohon yang baik. Oleh karena itu penting untuk memeriksa apa yang ada di pikiran bawah sadar kita dan meluruskannya.

 

 “Money is a result, wealth is a result, health is a result, illness is a result, your weight is a result. We live in a world of cause and effect. If you want to change the fruits, you will first have to change the roots. If you want to change the visible, you must first change the invisible.” (T. Harv Eker)

 

Namun lebih dari 1400 tahun yang lalu Muhammad Rasullulah s.a.w sudah menyampaikan :

 

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikit pun.” (QS Ibrahim 24-26)

 

Menurut ayat tersebut pangkal yang mempengaruhi hasil adalah kalimah. Kalimah (Arab) = kata-kata (Indonesia). Mengertilah kita bahwa perkataan-perkataan kita, tutur bahasa kita haruslah baik, sehingga informasi yang disimpan dalam pikiran bawah sadar akan baik pula sehingga bisa menghasilkan “buah” yang baik pula. Perkataan yang baik akan tersimpan dalam pikiran bawah sadar kita, yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi hasil yang akan kita peroleh. Bukankan kita sering ber-“afirmasi” dengan kata-kata baik yang memotivasi? Tidak heran bahwa rukun Islam yang pertama adalah kalimah syahadat, sebagaimana yang dimaksud “kalimah” dalam ayat tersebut.

 

Jika dimodifikasi skema di atas bisa ditambahkan menjadi sebagai berikut :

 

W > P > T > F > A = R

(W=words, P=programming, T=thoughs, F=feelings, A=action, R=result)

 

Dengan demikian maka perkataan kita dalam kehidupan sehari-hari itu sangatlah penting untuk dijaga. Sebagaimana tuntunan dan contoh Muhammad s.a.w. bahwa bertutur kata itu haruslah baik, tidak saja makna kata-kata yang baik, tetapi cara bertutur kata juga harus baik.

Berkata-katalah dengan kata-kata yang baik dan bertutur kata dengan cara yang baik, dengan demikian mudah-mudahan amal kita (action) akan menjadi baik. Jangan puas jadi orang kaya, tetapi puaslah menjadi orang kaya yang baik dan banyak beramal. Mengapa? Karena balasan kebaikan kita itu jauh lebih banyak dari apa yang kita kerjakan.

Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS Albaqarah 261)

The More You Give – The More You Get. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? FUNtastic……

Kategori: TDA

Pertemuan Mastermind TDA Jaksel

23 Februari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mastermind TDA Jaksel

Alhamdulillah, pertemuan Mastermind TDA Jakarta Selatan (entah group yang ke berapa) berlangsung luar biasa di tempat Pak Fathur (Cinere). Saya hadir jam 10 lebih beberapa menit, saat itu sudah hadir Pak Irwan, Pak Suhendro, Bu Salma, Pak Hermawan dan Pak Fathur tentunya. Obrolan informal yang sangat menarik seputar bisnis masing-masing tanpa dikomando mengalir begitu saja. Kemudian hadir menyusul Pak Dudun, Pak Ari, Pak Bambang dan Pak Deni sedangkan Pak Ipung dan Pak Ananto hadir pada sesi Pak Deni akan menjelaskan mengenai 12 pantangan seorang marketer dalam perspektif customer.

Acara WIFL dimulai setelah shalat Zhuhur. Masing-masing memperkenalkan diri, sharing mengenai apa yang sedang ditekuni dan harapan di masa mendatang.

Pak Fathur memulai WIFL selaku tuan rumah. Beliau ternyata pernah bekerja sebagai Bankers selama 12 tahun di Bank BUMN & Bank Swasta Nasional, namun dirasakan penghasilan dari Bank itu hanya bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga selama 2 minggu saja. Alasan inilah yang menyebabkan Pak Fathur untuk berhenti menjadi bankers dan memulai menjadi TDA melalui bisnis MLM / network marketing. Saat ini beliau sudah mencapai level Crown, dan saya memahami untuk mencapai level itu butuh perjuangan. Saat ini beliau sedang berencana untuk menambah bisnis lainnya.

Selanjutnya giliran saya, Tjarli memperkenalkan diri. Saat ini masih menjadi amphibi, masih bekerja di salah satu Bank BUMN. Keinginan untuk menjadi TDA sudah dimulai sejak tahun 2002 dan memulainya dari bisnis network marketing. Namun karena perkembangan usaha tidak sesuai harapan dan juga mulai “dijauhi orang-orang” setelah aktif 2 tahun, sampai tahun 2004 akhirnya berhenti. Tahun 2005 saat keluar fatwa MUI mengenai bunga Bank memicu lagi keinginan untuk menjadi TDA. Setelah menimbang-nimbang beberapa lama akhirnya pilihan jatuh pada dunia photography yang sudah ditekuni sejak lama namun mulai intensif sejak tahun 2000. Action merintis usaha photography dilakukan dengan menjual mobil untuk membeli kamera dan peralatan lighting. Saat ini masih membesarkan usaha “Pixethic” yang dirintis dan sangat berharap menjadi Full TDA tanpa berlama-lama lagi… sebelum usia 40… amin.

Pak Irwan yang duduk disebelah saya melanjutkan WIFL. Beliau yang memiliki background Satra Inggris, sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan. Di perusahaan yang terakhir, sebelum menjadi Full TDA, beliau seringkali mengatakan kepada isternya bahwa beliau akan berhenti menjadi pegawai. Karena sering “diulang-ulang” maka akhirnya “kata-kata”nya menjadi kenyataan namun bukan karena mengundurkan diri tetapi dengan “cara paksa”, karena perusahaan tempat bekerja beliau bubar. Menurut beliau itulah LoA yang dialaminya. Sejak saat itu beliau memulai dunia TDA nya dengan bisnis di dunia training bahasa “The Chapter Learning Center”. Yang menarik bahwa beliau juga menangani training bahasa Jawa Kuno (huruf Jawa). Aura “semangat” beliau sangat terasa dalam sharingnya.

Selanjutnya Pak Hermawan sharing mengenai bisnis “Biocamera” dan MLM yang sedang ditekuninya saat ini. Beliau banyak berkecimpung di dunia pendidikan, saat ini masih menjabat manajer di perusahaan milik Pustekkom Depdiknas. Tidak heran, sifat-sifat sabar yang dimiliki seorang pengajar Nampak dalam cara menyampaikan sharingnya.

WIFL yang disampaikan Pak Dudun, luar biasa, membuat “virus penulis” menular pada saya dan kawan-kawan yang hadir. Beliau yang memiliki background wartawan, banyak sharing mengenai dunia penulis. Bisnis beliau yang ditekuni adalah EO, penerbit dan content provider. Kita sempat terkagum-kagum mengenai fenomena “Ayat-Ayat Cinta” Habiburahman El Shirazy yang disinggung Pak Dudun.

Sharing selanjutnya disampaikan oleh Bu Salma bersama Pak Alwi, suami beliau. Diwakili oleh Bu Salma, beliau memperkenalkan diri bahwa beliau masih menjadi TDB, selaku manager di sebuah perusahaan yang masih company group Astra. Sedangkan Pak Alwi, bekerja di perusahaan eksportir buah-buahan milik keluarga. Semangat Bu Salma yang begitu besar untuk memulai bisnis, disupport oleh Pak Alwi, bahkan beliau sedang merencanakan menjadi Full TDA dalam waktu yang tidak lama lagi. Acara Milad TDA 2 kemarin rupanya banyak memberi energi pada Bu Salma dan Pak Alwi untuk segera action.

Berbeda dengan yang lain, Pak Bambang sharing dengan ke-amphibiannya, beberapa bisnis pernah dirintis, namun yang masih berjalan baik adalah bisnis photocopy dan alat-alat tulis kantor. Beliau tertarik juga dengan dunia penulis, setelah Pak Dudun menyampaikan sharingnya.

Di sebelahnya, Pak Deni juga sharing mengenai apa yang sedang ditekuninya. Saat ini masih aktif di LSM yang sedang bertugas di Aceh. Beliau merencanakan akan berhenti dari LSM untuk bekerja di tempat lain yang memberi kebebasannya untuk “mengacak-acak” perusahaan dengan tujuan untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Di perusahaan yang akan “diacak-acak” itulah beliau akan “bereksperimen” dengan dunia entrepreneur.

Tidak kalah menarik sharing yang disampaikan Pak Ari, beliau memiliki hobby menjual sempat berbisnis café tenda kemudian membuka usaha I.T. sambil bekerja alias amphibi pada tahun 2003. Sempat berbisnis buku online. Menariknya, beliau bergabung dengan TDA itu karena pekerjaan beliau rupanya satu kantor dengan Sang Moderator milis TDA, Pak Eko Jun. Dalam Milad TDA 2 kemaren, semangat Pak Ari untuk berbisnis terbakar kembali, beliau memiliki harapan untuk berbisnis lagi di dunia web development dan dunia ternak ikan, wow perpaduan yang sangat unik.

Selanjutnya Pak Suhendro yang saat ini masih TDB, bekerja di perusahaan mobile content provider, sedang merintis untuk berbisnis kaos. Luar biasa, minatnya rupanya nyambung dengan Pak Deni yang juga sempat berencana berbisnis kaos namun bertemu dengan “orang yang tidak tepat”, sehingga usahanya tidak jalan. Mudah-mudahan saja Pak Deni dan Pak Hendro bisa bekerjasama….. amin.

Selanjutnya sharingnya Pak Ananto dan Pak Ipung saya tidak mendengarkan, karena shalat ashar dulu. Setelah itu mulailah sesinya Pak Deni menjelaskan 12 pantangan seorang marketer dalam perspektif customer. Materinya bisa di baca disini.

Itulah pertemuan mastermind pertama saya di TDA, mudah-mudahan saja pertemuan selanjutnya tidak menciut dan melempem dan bisa menjadi sarana untuk “mengasah” jiwa entrepreneur masing-masing yang hadir di pertemuan ini. Sesuai dengan tujuan mastermind adalah MEET & GROW RICH …… Dari sharing yang disampaikan rupanya Milad TDA 2 kemaren itu sudah memberi kesan dan pengaruh yang besar pada pesertanya…… luar biasa. Satu lagi bahwa buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert Y Kiyosaki itu “menampar” kesadaran masing-masing kita yang pernah menjadi employee bahwa dunia employee itu sebenarnya “tidak aman”.

TDA !!! FUNtastic…… !!!

Kategori: TDA

Orang Sukses, Baik, Kuat, Berani dan Tidak Gagal

10 Februari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tepat seminggu yang lalu saya mengirim email kepada kawan saya di kantor. Isinya mengenai catatan-catatan kecil saya di buku tulis yang senantiasa saya bawa kemana-mana, biasanya saya tulis kutipan kata-kata yang menurut saya baik untuk menjaga agar semangat tidak kendor. Saya sharing agar bermanfaat, baik untuk kawan-kawan maupun diri saya sendiri.

ORANG SUKSES :

  • Orang yang mampu mensyukuri sebuah proses menjadi pribadi yang lebih baik adalah orang yang sukses.
  • Jangan terlalu berharap terlalu cepat menjadi bisnis besar. Tumbuhlah dari bisnis yang kecil, alami proses tumbuh kembangnya, teruslah dipelihara, dirawat bisnisnya, terutama juga pribadi Anda. Teruslah tumbuh mental dan skill Anda. Tetap tumbuh, syukuri prosesnya dan alami sukses-nya
  • Apapun kesuksesan memerlukan keberanian, keberanian memerlukan keberserahan diri kepada Allah SWT, oleh karena itu jalinlah hubungan yang baik dengan Allah SWT.


ORANG BAIK & KUAT

  • Orang yang mampu mengatasi masalahnya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat.
  • Orang yang baik bukan orang yang tidak pernah berbuat salah, melainkan orang yang bisa memperbaiki diri.
  • Orang yang kuat bukan orang yang tidak pernah jatuh, melainkan orang yang bisa bangkit dan melanjutkan perjalanan.
  • Orang yang kuat itu memiliki kekuatan untuk memilih bangkit, daripada menyesali kejatuhan

ORANG BERANI

  • Orang yang berani itu orang yang bertindak meskipun takut.
  • Keberanian itu dowpayment, selebihnya adalah campur tangan Allah SWT sebagai angsuran.

ORANG GAGAL

  • Orang gagal adalah orang yang menyerah dan berhenti.
  • Orang yang tidak berhenti tidak bisa dikalahkan dan tidak bisa disebut orang gagal.
  • Jangan pernah menyerah, jangan pernah berhenti, tetap bertahan untuk melangkah.
  • Jangan diam selama menunggu, lakukan sesuatu yang terbaik selama menunggu

 

KITA MENJADI SESEORANG DARI APA YANG KITA PERSIAPKAN, LINGKUNGAN ITU ADALAH PENGHEBAT.

SATU SATUNYA LINGKUNGAN YANG HARUS DIKELOLA TERLEBIH DAHULU ADALAH PIKIRAN.

 

BISNIS TIDAK AKAN PERNAH SUKSES JIKA TIDAK PERNAH ADA TINDAKAN, TETAPI SEBELUM BERTINDAK TENTUKAN DULU KEMANA ANDA AKAN MELANGKAH ATAU ALASAN ANDA BERTINDAK.

BEGIN WITH THE END IN MIND

Kategori: 436 · TDA

BENARKAH ITU IMPIAN ANDA ?

6 Februari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa hari yang lalu, muncul posting “Korban The Secret” – “Korban LoA”. Bisa jadi memang benar ada yang menjadi “korban” tetapi bisa jadi malah menjadi “pelaku” LoA. Sebelum saya menjadi member TDA, saya sempat melihat film “The Secret” beberapa kali, karena saya sudah terbiasa menjadi analis maka tidak serta merta menerimanya 100% bulat-bulat, saya memfilternya dengan keyakinan yang saya anut. Setelah menonton dan menyimak kata per kata yang disampaikan dalam film itu, kesimpulan saya adalah the secret ada benarnya, tetapi ada yang pula yang mengganjal atau tidak tepat menurut saya dan apa yang disampaikan bukanlah hal yang baru bahkan bukan rahasia.

Simak kata-kata “janggal” yang disampaikan di film itu

  1. There is no blackboard in the sky on which God has written your purpose, your mission in life ……… all I have to do is really understand what I’m doing here, why I’m here is to find that blackboard, and find out what God really has in mind for me, but the blackboard doesn’t exist. So your purpose is what you say it is. Your mission is the mission you give yourself. Your life will be what you create it as and no one will stand in judgment of it now or ever…. ( Neale Donal Walsc)
  2. Most people define themselves by this finite body, but you’re not a finite body. Even under a microscope there are energy fields. What we know about energy is this. You got a quantum physicist and you say, “what creates the world?” And he/she will say, “energy!”. Well describe energy. It can never be created or destroyed it’s : always was, always has been, everything that ever existed, always exist, it’s moving into form, through form and out of form. OK, great ! You go to a theologian and you ask the question, “what created the universe ?”. And he/she would say, “God!”. OK, describe God. Always was and always has been, never be can be created or destroyed all there ever was, always will be, always moving into form, through form and out of form. You see, it’s the same description, just different terminology. And so, if you think you’re this meat suit running around, think again. You are spiritual being, you’re energy field operating in a larger energy field. (James Arthur Ray)
  3. You are extensions of source energy. You are here in these magnificent bodies but your bodies have distracted you for the most part, from who you really are. You are source energy. You are eternal beings, you are God force. You are that what you call God ! (Esther Hicks)

Adapun yang menurut saya ada benarnya adalah : What ever it is you are feeling is a perfect reflection of what is in the process of becoming (apa yang Anda rasakan adalah refleksi dari proses menjadi kenyataan). Bagi saya feeling itu benar-benar kuat saat berdo’a dengan permintaan yang sungguh-sungguh.

Tahun 1993 selepas kuliah di Bandung saya punya impian menjadi manager di sebuah Bank, punya rumah dan punya mobil baru. Saat itu kedudukan pegawai Bank terpandang baik di masyarakat. Maka mulailah saya melamar ke beberapa bank, tidak lupa saya berdo’a terus agar dikabulkan.

Ke sembilan bank saya bolak-balik test, di Bandung maupun di Jakarta, mulai test di Bank Indonesia, Bank Bukopin, Citi Bank, Panin Bank, Danamon, Astra Finance, Bank Nusa (alm), Bank Himpunan Saudara 1906 hingga test di Bank Subentra (alm).

Setelah mengikuti test di Bank Subentra dan nyaris diterima, beberapa hari kemudian saya sakit perut hingga berhari-hari, ternyata mengidap radang usus buntu (appendixitis), karena harus dioperasi, maka hilanglah kesempatan bekerja disana, karena saat harus wawancara terakhir saya tidak bisa datang, maka posisi yang saya lamar pun digantikan oleh orang lain. Ada penyesalan bahkan akhirnya saya putus asa untuk melamar kerja di Bank.

Setelah saya tidak lagi ingin bekerja di Bank, ada tawaran bekerja sebagai analis kredit di Bank Pemerintah, saya diminta keluarga untuk melamar lagi. Sayapun membuat lamaran tetapi dengan setengah hati, berprasangka buruk bahwa keinginan saya itu sudah tidak mungkin lagi terkabul. Anehnya setelah berhenti berharap, saya bisa lulus test demi test hingga delapan kali saya bolak-balik ke Jakarta. Dan pada bulan Juni 1994 saya dinyatakan diterima sebagai pegawai di Bank pemerintah tersebut.

Subhanallah, ternyata do’a saya dikabulkan, begitu juga dengan do’a untuk punya rumah, punya mobil baru dan menjadi manager. Tahun 2000 saya punya rumah dan punya mobil second setelah menikah, kemudian tahun 2005 saya punya mobil baru.

Allah SWT itu pasti mengabulkan do’a hamba-hambaNya. Bisa jadi dikabulkan dalam waktu dekat, bisa jadi ditunda menunggu waktu yang tepat dan bisa jadi diganti dengan yang lebih baik dari yang kita minta. Itulah ”Law of Attraction” versi pemahaman saya dan saya yakini kebenarannya. Ada keberanian dan keinginan yang, ada usaha yang persisten, ada do’a dan ada hasilnya.

Tahun 2005 yang lalu Majelis Ulama Indonesia memberikan fatwa mengenai haramnya bunga bank. Dan hal ini menjadi pukulan yang sangat telak dan sangat mengena. Bagi saya hukum Allah adalah hukum yang paling benar siapapun yang menyampaikanya. Saya sudah tidak punya alasan lagi. Mulailah saya action untuk mencari pengganti pekerjaan. Lama sekali saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan, saya pernah aktif di salah satu MLM tahun 2002 hingga 2004, saya sempat berpikir untuk aktif lagi, tetapi hati saya tidak setuju, terus terang saja saya bingung…

Alhamdulillah karena pikiran terbuka, menerima informasi dari manapun mengenai bagaimana caranya ”pindah quadrant”, akhirnya nampak samar-samar pintu sebagai jalan keluar, tidak lain adalah hobby saya sendiri, photography yang sudah saya tekuni sejak lama dengan kamera analog.

Bill Gates pernah berkata, lakukan apa yang kamu senangi dan jadikan itu menjadi bisnis. Maka tahun 2005 saya menjual mobil second saya dan membeli kamera digital berikut perlengkapan lampu studio. Mulailah saya merintis jadi photographer komersil. Memang belum mapan seperti penghasilan saya di kantor, tetapi saya bersyukur bisa memulainya dan juga saya bersyukur memiliki isteri yang mendukung rencana saya, ia mengerti bagaimana keinginan saya untuk hijrah, keluar dari jalur riba. Pikiran saya setiap hari tertuju pada ”keluar dari jalur riba”, bahkan di meja kerja saya saya pasang photo hasil karya sendiri yang saya ambil dari shelter busway Dukuh Atas.

tinggalkan-riba.jpg

Di saat gundah dan gelisah, tahun 2005 juga saya malah dipromosikan menjadi manager di kantor, alhamdulillah, wah…. satu lagi do’a yang terkabul, sekaligus ujian bagi saya. Tetapi keinginan saya sudah bulat, keluar dari jalur riba. Saya ingin hidup saya berkah dan bekerja dengan hati yang tenang. Perlahan impian baru saya semakin jelas. Saya mengumpulkan banyak informasi, mempelajari bagaimana caranya memperbesar bisnis photography (kadang-kadang isteri menyindir mengenai kesibukan saya yang baru di rumah sepulang kantor, persis seperti parodi-nya Pak Faif di Milad TDA2). Saya punya impian baru, punya ide baru dan sedang saya susun menjadi semacam ”business plan & action plan” yang saya rintis selangkah demi selangkah, Insya Allah, Allah SWT akan mengabulkan do’a sebagaimana Allah SWT telah mengabulkan do’a saya yang lalu. Sssttt…… ada satu do’a lagi yang pernah saya panjatkan, saya pernah berdo’a agar bisa berhenti bekerja di Bank sebelum umur 40 tahun dan menjadi pengusaha alias menjadi TDA yang sukses. Terkabul? Amin….

Berdo’alah pasti Allah SWT mengabulkannya (ud’uni astajib lakum), dan bertawakallah (bekerja & ikhlas menerima hasilnya). Believe it or not….. Tanyakan pada hati nurani, karena hati nurani Anda tidak pernah berbohong pada Anda. Yang perlu diingat bahwa, Allah SWT itu mempersiapkan diri Anda menjadi seseorang yang Anda impikan dengan sebuah proses yang tidak mudah, ada suka ada duka, dibalik kesulitan ada kemudahan (inna ma’al usri yusro), itu bisa dijalani karena Allah SWT tahu persis kapasitas manusia.

Mengapa tidak mudah? Karena itu membuat Anda menjadi pribadi yang kuat dan berkualitas seperti yang Anda impikan. Jadi hati-hatilah dengan keinginan/impian Anda, kalau keinginan/impian Anda biasa-biasa saja maka hidup Anda akan biasa-biasa saja. Bayangkan impian Anda, tanyakan pada diri Anda sendiri benarkah itu impian Anda? Coba renungkan sekali lagi. Jangan pernah berhenti berharap dan jangan pernah berhenti melangkah (istiqomah).

Kategori: TDA

Pertimbangan Membeli Kamera Pocket Digital

5 Februari 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kamera, alat yang digunakan untuk merekam image yang digunakan untuk berbagai macam tujuan, baik untuk kebutuhan personal bahkan hingga kebutuhan perusahaan komersial. Pesatnya perkembangan teknologi digital sangat mempengaruhi perkembangan kamera juga mempengaruhi kebiasaan orang dalam memotret.

Kamera digital menjadi barang yang lebih konsumtif dibandingkan dengan kamera analog (menggunakan film). Produsen kamera berlomba-lomba membuat kamera yang bermacam-macam pilihannya, mulai dari kamera medium format dengan digital back-nya yang harganya ”selangit”, kamera digital SLR yang juga masih mahal, hingga kamera pocket yang banyak sekali pilihannya, bahkan tidak ketinggalan handphone pun saat ini umumnya dilengkapi dengan kamera digital. Dalam artikel ini, hal yang dibahas hanya mengenai kamera digital pocket.

Bagaimana memilih kamera digital ? Tentu saja sangat tergantung dari budget yang anda punya dan juga tergantung dari tujuannya. Pertama Anda harus tentukan berapa budget-nya, jika kamera hanya untuk keperluan memotret yang ”normal-normal” saja, bukan untuk keperluan komersial, Anda tidak disarankan untuk membeli kamera Digital SLR, selain karena harganya yang relatif mahal, juga penggunaan kamera-nya pun menuntut kreatifitas penggunanya, diperlukan ilmu yang cukup untuk menggunakan kamera DSLR. Lain halnya jika Anda memang hobby photography.

Belilah kamera yang kualitas lensanya bagus, jangan terkecoh dengan kemampuan zoom kamera (digital zoom), kalaupun Anda tertarik dengan zoom, belilah kamera yang kemampuan optical zoom yang tinggi. Perlu diingat bahwa zoom digunakan untuk ”memperdekat” kamera dengan objek yang dipotret namun seringkali hasilnya sedikit buram tidak tajam, karena saat kamera menggunakan zoom, gerakan/guncangan tangan mempengaruhi kamera. Untuk itulah diperlukan flash dan tripod. Jika tidak ada tripod, setidak-tidaknya kamera Anda tidak bergerak saat jari menekan tombol kamera, bertopanglah pada sesuatu yang kokoh.

Resolusi kamera untuk keperluan personal, cukup menggunakan 2 – 5 Mega pixel, jika Anda punya cukup budget, bisa membeli kamera dengan resolusi 5 – 9 Mega Pixel. Banyak yang beranggapan resolusi kamera itu menentukan tajam tidaknya photo yang dihasilkan, anggapan itu keliru. Resolusi kamera berkaitan dengan ukuran cetak photo. Semakin besar resolusi, maka semakin besar photo yang baik untuk dicetak. Kamera di atas 10 Mega pixel (DSLR dan medium format) biasanya digunakan untuk keperluan komersial yang membutuhkan ukuran photo yang besar. Ketajaman gambar sangat ditentukan oleh kualitas/kondisi lensa dan bagaimana cara Anda memotret. Sedangkan warna photo sangat dipengaruhi processor yang ada di dalam kamera Anda dan ”olah digital” sebelum mencetaknya di labphoto/di printer Anda.

Perhatikan battery yang digunakan, pilihlah kamera yang menggunakan battery yang mudah diperoleh/ dijual di banyak toko dan harganya terjangkau. Battery Anda yang tahan lama tetapi sulit untuk menemukannya/mahal, itu menjadi kelemahan kamera Anda. Jika Anda menggunakan battery yang bisa di-charge, pastikan Anda punya battery cadangan agar kegiatan memotret Anda tidak terganggu gara-gara battery habis.

Jangan terkecoh dengan layar LCD, semakin besar layar LCD tidak menentukan bagusnya photo Anda, bahkan LCD yang besar malah ”membebani” processor kamera Anda dan ”menguras” battery. Itu sebabnya, pada kamera DSLR, pada saat memotret (shoot) tidak nampak gambar di layar LCD, karena kemampuan processor sepenuhnya digunakan untuk merekam image melalui sensor CCD/CMOS. Usahakan lihat histogram yang ada pada layar LCD, terang-gelapnya image bisa dianalisa dari histogramnya.

Pertimbangkan juga media penyimpanan data image, Compact Flash (CF), MMC atau yang lainnya. Ada media penyimpan yang harganya pada saat ini masih relatif mahal. Perhatikan kecepatan ”menulis” media penyimpan tersebut pada saat memotret.

Jangan lupakan fitur-fitur yang ada, jangan sampai fitur-fitur yang ada malah membuat Anda pusing / tidak user friendly. Secanggih apapun kamera, jika Anda pusing dibuatnya, maka kurang optimal digunakan, bisa jadi Anda akhirnya hanya menggunakan mode Program (P) dibandingkan dengan mode yang lain. Jika Anda mau berkreasi, dan mau mempelajari photography, pilihlah kamera yang memilili mode M (manual). Biasanya kamera yang memiliki mode M bentuknya tidak terlalu menarik, tetapi kemampuannya memang bisa diandalkan. Itu tergantung Anda sebagai user (”Man behind the gun”). Pelajari buku manual-nya, pastikan bahwa Anda mengerti simbol-simbol yang ada pada kamera Anda.

Satu lagi yang perlu diketahui, bahwa perkembangan teknologi digital memang cepat, sehingga jangan perlakukan kamera Anda seperti halnya handphone yang dengan mudah diperjual belikan. Usahakan Anda memilih kamera yang tepat untuk jangka waktu yang cukup lama, 3 – 5 tahun. Setelah itu pasti akan ada kamera yang ”lebih canggih” dan Anda tergiur untuk membelinya.

Pelajari dan bandingkan kemampuan / fitur-fitur kamera yang ada, Anda bisa melihatnya di website toko kamera. Percaya diri untuk membuat pilihan, jangan terlalu mengandalkan opini sales karena memang ”semua kecap adalah no.1”. Dengarlah opini rekan Anda yang sudah menggunakannya dengan baik, tanyakan kelebihan dan kekurangannya. Jika perlu, pinjam kamera rekan Anda selama 1 hari untuk praktek memotret sendiri, jika Anda puas dengannya, Anda bisa membelinya.

Dan terakhir yang juga penting adalah after sales service, pastikan bahwa kamera Anda akan ”mudah” untuk diperbaiki jika rusak dan tidak harus berkeliling-keliling mencari toko yang bisa memperbaikinya. Bisa jadi sparepart kamera Anda memang sulit dicari, atau bahkan kameranya sudah discontinue (tidak diproduksi lagi) sehingga biayanya menjadi mahal.

Selamat memilih kamera, semoga photo Anda bagus dan mungkin suatu saat photo Anda menjadi kenangan yang terindah dalam hidup Anda. Salam Funtastic.

Kategori: Photography